Kembali ke Berita & Kegiatan

Berita Koperasi

umkm yang dirintis dari nol hingga bisa bertahan selama 15 tahun

21 September 2026

Saat berkunjung ke lokasi usahanya, terlihat bahwa kegiatan produksi berjalan dengan sederhana namun konsisten. Produk sabun yang dihasilkan telah memiliki pelanggan sendiri dan menjadi sumber penghidupan bagi keluarganya. Di balik kesederhanaan tersebut, tersimpan pengalaman panjang yang tidak dimiliki oleh semua pelaku usaha.

umkm yang dirintis dari nol hingga bisa bertahan selama 15 tahun

Ketika banyak usaha mikro tumbuh lalu menghilang dalam hitungan tahun, usaha yang dijalankan Pak Irwan justru mampu bertahan hingga lebih dari 15 tahun. Bagi saya, ini bukan sekadar angka. Lima belas tahun adalah bukti bahwa ada kerja keras, ketekunan, dan kemampuan beradaptasi yang terus dijaga di tengah berbagai tantangan usaha. Saat berkunjung ke lokasi usahanya, terlihat bahwa kegiatan produksi berjalan dengan sederhana namun konsisten. Produk sabun yang dihasilkan telah memiliki pelanggan sendiri dan menjadi sumber penghidupan bagi keluarganya. Di balik kesederhanaan tersebut, tersimpan pengalaman panjang yang tidak dimiliki oleh semua pelaku usaha dan menjadi pengalaman berharga untuk pe;aku umkm Namun seperti banyak UMKM lainnya, perjalanan usaha Pak Irwan tidak selalu mulus. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah permodalan. Untuk menjaga operasional usaha tetap berjalan, beliau pernah mengandalkan pembiayaan dari BPR dengan konsekuensi beban bunga yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat sebagian keuntungan usaha harus dialokasikan untuk memenuhi kewajiban pembiayaan. Selain persoalan modal, ada hal lain yang menurut saya tidak kalah penting, yaitu tata kelola usaha. Pembukuan masih dilakukan secara sederhana sehingga belum seluruh transaksi dan kondisi keuangan usaha dapat dipantau dengan baik. Padahal, pembukuan yang rapi bukan hanya membantu mengetahui keuntungan usaha, tetapi juga menjadi dasar dalam mengambil keputusan dan mengakses sumber pembiayaan yang lebih baik. Dari sisi manajemen, usaha ini juga memiliki ruang yang cukup besar untuk berkembang. Dengan pendampingan yang tepat, mulai dari administrasi usaha, pencatatan keuangan, hingga perencanaan bisnis, usaha yang telah bertahan selama belasan tahun ini berpotensi naik kelas dan berkembang lebih cepat. Kunjungan ini memberikan pelajaran bahwa banyak pelaku UMKM sebenarnya memiliki produk yang baik dan pengalaman yang panjang. Yang sering menjadi hambatan bukan semangat usahanya, melainkan akses terhadap pendampingan, jaringan, dan pembiayaan yang sehat. Pak Irwan adalah salah satu contoh pelaku usaha yang tetap bertahan meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. Dengan pengalaman 15 tahun yang dimilikinya, fondasi usahanya sebenarnya sudah cukup kuat. Jika didukung dengan pengelolaan usaha yang lebih baik serta akses permodalan yang lebih terjangkau, bukan tidak mungkin usahanya dapat berkembang ke tingkat yang lebih tinggi dan menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya.